RSS

Arsip Tag: Ramadhan

Selamat datang Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setahun sudah tidak update blog ini. Banyak sebetulnya yang ingin dituliskan, disampaikan. Tapi tiap kali tablet ditangan, tiba-tiba tak tahu apa yang harus dituliskan, tak tahu harus mulai darimana, harus mulai dari apa. Biasanya aku mengutip dari buku yang aku baca, tapi sudah lama juga tak sempat buka buka buku. 

Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, bulan istimewa bagi umat muslim, bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah. Bulan dimana umat muslim diseluruh dunia, yang baligh dan berakal diwajibkan untuk berpuasa, agar menjadi orang-orang yang bertakwa. 

Semoga pada Ramadhan tahun ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun lalu. Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan Rahmat dan barokah Nya kepada kita semua. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. 

Maafkan sekiranya pada tulisan-tulisan yang lalu ada kata-kata yang tak pantas, maafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Selamat menyambut Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa.

Wassalmualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Cibesut, Mei 2017

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Mei 2017 in Uncategorized

 

Tag: ,

5 Perkara yang Menjadikan Umat Muhammad Istimewa

Umatku telah diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu:

  1. Ketika di awal bulan Ramadhan Allah melihat mereka dengan pandangan rahmat; barang siapa yang dilihat Allah dengan pandangan rahmat, maka ia tidak akan disiksa selamanya.
  2. Allah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk.memohonkan ampunan.
  3. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada bau minyak misik.
  4. Allah berfirman kepada surga untuk memakai perhiasannya dan Dia berfirman: berbahagialah hamba-hamba-Ku yang beriman, mereka adalah kekasih-kekasih-Ku.
  5. Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka (semua umat yang berpuasa di bulan Ramadhan).

Posted from WordPress for Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Juli 2014 in Renungan

 

Tag: , , ,

Dua Kegembiraan Orang yang Berpuasa

“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” salam Ustadz Amir.

“Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab murid-murid serempak.

“Sebelum memulai pengajian hari ini, saya mau bertanya, apakah kalian berpuasa?” tanya ustadz Amir.

“Puasa pak,” jawab murid murid serempak.

“Baik… Kamu Badu, puasa itu apa sih?” tanya Ustadz Amir kepada salah satu muridnya yang duduk paling belakang.

“Puasa itu menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga azan maghrib,” jawab Badu.

“Baik.. Ada yang bisa menambahkan?” ujar Ustadz Amir. Sejenak semua murid diam.

“Coba kamu Adun, menurut kamu puasa itu apa?” Adun yang lagi menggaruk kepalanya terkejut.

“A..a..anu pak ustadz, pu..puasa selain menahan lapar dan haus, juga tidak boleh bohong sama tidak boleh … tidak boleh … tidak boleh marah,” jawab Adun gugup.

“Baik… Jadi puasa itu selain menahan lapar dan haus dari sejak terbit fajar hingga azan maghrib, juga menjaga pandangan dari hal-hal yang menimbulkan syahwat seperti film dan gambar porno, wanita yang berpakaian minim, termasuk memandang wanita dengan nafsu. Puasa juga menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang tidak baik, menguping pembicaraan orang atau mendengarkan gunjingan. Selain itu, menjaga mulut dari berkata dusta, mengumpat dan menghina orang, bergunjing, membicarakan aib orang. Juga menjaga hati dari rasa iri dan dengki,” kata Ustadz Amir menjelaskan.

“Lalu, apa faedah atau manfaat puasa? Ada yang tahu?” tanya Ustadz Amir kembali.

“Saya pak!” ucap seorang anak berpipi tembam seraya mengacungkan tangan.

“Ya, kamu Jali, coba jelaskan,” ujar Ustadz Amir.

“Dengan berpuasa, kita dapat merasakan penderitaan fakir miskin. Puasa juga melatih kesabaran dan menahan emosi,” jawab Rojali.

“Benar… Jadi dengan puasa kita dapat merasakan apa yang saudara-saudara kita yang hidup dalam kemiskinan rasakan setiap hari. Dengan begitu diharapkan kita mau membantu mereka. Puasa juga melatih kita untuk bersabar, menahan emosi, dan juga berkata jujur. Dengan berpuasa tubuh kita pun menjadi sehat baik jasmani maupun rohani.” kata Ustadz Amir. “Dan bagi orang-orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan seperti yang tertulis dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim,

‘Rasulullah Saw. bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amal anak Adam (manusia) itu membawa manfaat bagi dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Puasa itu ibarat perisai. Pada hari orang sedang melaksanakan puasa janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat keributan dan bertengkar. Jika seseorang memakinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia mengatakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang sedang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah dibanding bau kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa tersedia dua kali kegembiraan, yaitu: kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya karena besarnya pahala puasa.”

“Nah, anak-anak, sampai disini kalian mengerti?” ujar Ustadz Amir.

“Mengerti pak Ustadz.” jawab murid-murid.

“Kalau begitu sampai di sini dulu pelajaran hari ini, Insya Allah kita bertemu lagi esok lusa. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” salam Ustadz Amir menutup pengajian.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: , ,

Hutang Puasa

Suatu ketika Rasulullah SAW. sedang berkumpul dengan para sahabatnya, datanglah seorang perempuan ke hadapan beliau. Setelah mengucapkan salam, perempuan itu berkata kepada beliau dengan wajah ragu dan agak malu, “Wahai Rasulullah! Aku sangat mencintai ibuku. Suatu ketika, aku memberi ibuku seorang sahaya perempuan. Tapi, baru-baru ini ibuku meninggal dunia.”

“Engkau anak yang baik. Engkau pasti mendapat pahala. Dan, sahaya perempuan itu menjadi milikmu kembali sebagai harta warisan,” jawab Rasulullah dengan ramah dan santun.

“Wahai Rasulullah! Bolehkah aku mengajukan pertanyaan lain?” ucap perempuan itu. Dia tampak ragu, khawatir beliau enggan menjawab pertanyaannya.

“Silakan! Tak usah ragu. Kemukakan kepadaku segala hal yang ingin engkau tanyakan kepadaku,” jawab beliau.

“Wahai Rasulullah! Ibuku mempunyai utang puasa. Sebulan lamanya. Apakah aku boleh berpuasa atas nama ibuku?” tanya perempuan itu penuh rasa ingin tahu.

“Berpuasalah atas nama ibumu,” jawab beliau dengan ramah.

“Wahai Rasulullah! Ibuku juga pernah bernazar akan melaksanakan haji, tapi dia meninggal dunia sebelum melaksanakannya. Bolehkah aku pergi haji atas nama ibuku?” tanya perempuan itu lebih lanjut, dengan lebih berani.

“Silakan, naik hajilah engkau atas nama ibumu. Bukankah andaikan dia memiliki utang, engkau akan melunasinya. Karena itu, tunaikanlah utang Allah. Sebab, utang kepada-Nya lebih patut ditunaikan,” jawab Rasulullah tetap dengan sangat ramah dan santun.

Betapa lega perempuan itu mendengar jawaban-jawaban Rasulullah SAW. Dia pun segera memohon diri.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: , , ,