RSS

Mari Kita Menuju Shalat

19 Mei

image

“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ”  (QS. Al-Baqarah: 153)

Jika Rasulullah ditimpa sebuah ketakutan, maka dia akan segera melakukan shalat. Pernah dia berkata kepada Bilal, ” Wahai Bilal, tentramkan (hati) kita dengan shalat!” Pada kali yang lain beliau bersabda, “Ketenanganku ada pada shalat.”

Jika hati terasa menyesak, masalah yang dihadapi terasa sangat rumit, dan tipu muslihat sangat banyak, maka bersegeralah datang ke tempat shalat, dan shalatlah.

Jika hari-hari menjadi gelap gulita, malam-malam mencekam, dan kawan-kawan berpaling, maka lakukanlah shalat.

Dalam berbagai urusan yang sangat penting Rasulullah selalu melapangkan hatinya dengan melakukan shalat. Misalnya, pada saat perang Badar, Ahzab (Khandak), dan kesempatan-kesempatan yang lain. Diriwayatkan dari Al-Hafizh ibn Hajar penulis Fathul Bari, bahwa suatu hari dia pergi ke sebuah benteng di Mesir. Di tengah jalan, dia dikepung oleh segerombolan pencuri. Seketika itu juga ia berdiri untuk melakukan shalat. Dan Allah pun memberikan jalan keluar kepadanya.

Ibn ‘Asakir dan Ibn Qayyim al-Jauziyah bercerita bahwa seorang laki-laki shalih pernah bertemu dengan seorang perampok di salah satu jalan di Syam. Perampok itu telah bersiap-siap untuk membunuhnya. Laki-laki tersebut meminta waktu kepada si perampok untuk melakukan shalat dua rakaat. Maka, berdirilah ia dan mulai melakukan shalat. Di saat itu ia teringat firman Allah yang berbunyi : “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan bila dia berdoa kepada-Nya.” Dia membacanya tiga kali. Maka, turunlah malaikat dari langit membawa pedang, dan dengan pedang itu ia membunuh perampok tersebut. Malaikat itu berkata, “Aku adalah utusan Zat Yang Memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan.”

Pada ayat-ayat yang lain Allah berfirman,

“Dan, perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Qs. Thaha: 132)

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103)

(Dikutip dari: La Tahzan, Dr. ‘Aidh al-Qarni)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2016 in Renungan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s