RSS

Yang Paling Ringan dan Berat

30 Jun
Yang Paling Ringan dan Berat

Suatu hari Imam Al-Gazali, Guru Besar Universitas An-Nizamiyah di Baghdad masuk ke kelas untuk mengajar. Sekitar 40 orang siswa yang berasal dari berbagai kota dan negara
menyambut dengan hormat. Imam Al-Gazali (450-505 H/1058-1111 M)  sangat disukai para siswanya. Sebab Al-Gazali yang jadi guru besar dalam usia 32 tahun itu, ahli di bidang hukum, filsafat, teologi, tasawuf dan hadits. Cara mengajarnya sangat menarik, humoris dan sering diselingi dengan kuis, sehingga tak ada siswa yang bosan dan tidur di kelas.

Suatu pagi ia masuk kelas dengan menenteng buku Ihya ‘Ulumuddin (menghidupkan ilmu agama). “Ini bukuku yang ke 100. Akan kuberikan kepada siapa yang bisa menjawab kuis dengan tepat. Setuju?” tanya Imam Al-Gazali.
“Setuju. Kami siap menjawab kuis itu,” ujar para siswanya serentak.
“Satu set buku ini 5 buah. Pertanyaan kuis juga lima. Barangsiapa yang bisa menjawab satu pertanyaan, ia mendapat hadiah satu buku,” tegas Imam Al-Gazali.
“Gampang. Ayo pak guru, apa kuis pertama?” desak para siswanya.
“Pertama,” ujar Imam Al-Gazali, “Apa yang paling dekat dengan dirimu dalam hidup ini?” Sejumlah jawaban meluncur dari mulut siswa-siswanya. Ada yang menjawab, “urat leher”, “Tuhan”, “tanah”, “baju”, dan lainnya.
Kemudian Imam Al-Gazali menerangkan, “Yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Sebab kematian itu suatu kepastian.”
Kemudian ia membacakan ayat 185 surah Ali Imran tentang kematian,
image

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Kemudian, Imam Al-Gazali menyampaikan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari anda dalam hidup ini?” Para siswa memberikan jawaban beragam. Ada yang menjawab, “Kutub Utara dan Selatan”, “langit ketujuh”, “matahari”, “bulan”, dan lainnya.
“Semuanya kurang tepat. Yang benar adalah ‘masa lalu’. Bisakah kalian mengejar ‘masa lalu’ yang telah lewat, walau hanya satu jam yang lalu?”

Setelah itu, Imam Al-Gazali melontarkan pertanyaan yang ketiga, “Ini gampang. Beban apa yang paling berat dalam hidup ini?” Para siswa mengacungkan tangan dengan antusias. Ada yang menjawab, “besi lima ton”, “gunung merapi”, “benua asia”, dan lainnya. Lagi-lagi tak ada satupun yang menjawab dengan benar.
Dengan wajah tenang Imam Al-Gazali berkata, “Beban paling berat adalah memegang amanah. Apakah amanah sebagai seorang ayah, seorang ibu, seorang guru, atau sebagai seorang kepala negara. Banyak yang tak sanggup memikul amanah itu dengan benar.” Para siswa terdiam.

“Bagaimana, masih bersedia untuk menjawab pertanyaan keempat?” tanya Imam Al-Gazali.
“Masiiiiih,” dijawab serentak para siswa bersemangat.
“Beban apa yang paling ringan dalam hidup ini?” tanya Imam Al-Gazali. Para siswa dengan keyakinan penuh memberikan berbagai jawaban, “kapas”, “peci”, “kerudung”, dan lainnya.
“Sayang belum ada yang tepat. Beban paling ringan dalam hidup adalah ‘meninggalkan shalat’. Jarang manusia merasa berat karena ketinggalan shalat,” tutur Imam Al-Gazali.
“Benar itu. Saya sering melakukannya,” ujar seorang siswa yang bertubuh tambun.

Kemudian Imam Al-Gazali menyampaikan pertanyaan terakhir. “Apa yang paling besar di alam jagad raya ini?” Lagi-lagi para siswa memberikan jawaban bervariasi. Ada yang menjawab “benua Amerika”, “matahari”, “bulan”, “benua Afrika”, dan lainnya.
Lantas Imam Al-Gazali berkata, “Sayang tak ada yang tepat. Yang paling besar dalam hidup ini adalah ‘hawa nafsu’. Karena ‘hawa nafsu’ terjadi peperangan antar suku dan negara, satu negara menjajah negara yang lain, sehingga jutaan manusia dibunuh.” Kemudian Imam Al-Gazali mengutip ayat ke 28 surah Al-Kahfi,

“…dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya Telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas”.( QS. Al-Kahfi: 28)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Juni 2014 in Uncategorized

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s