RSS

Dua Kegembiraan Orang yang Berpuasa

29 Jun

“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” salam Ustadz Amir.

“Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab murid-murid serempak.

“Sebelum memulai pengajian hari ini, saya mau bertanya, apakah kalian berpuasa?” tanya ustadz Amir.

“Puasa pak,” jawab murid murid serempak.

“Baik… Kamu Badu, puasa itu apa sih?” tanya Ustadz Amir kepada salah satu muridnya yang duduk paling belakang.

“Puasa itu menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga azan maghrib,” jawab Badu.

“Baik.. Ada yang bisa menambahkan?” ujar Ustadz Amir. Sejenak semua murid diam.

“Coba kamu Adun, menurut kamu puasa itu apa?” Adun yang lagi menggaruk kepalanya terkejut.

“A..a..anu pak ustadz, pu..puasa selain menahan lapar dan haus, juga tidak boleh bohong sama tidak boleh … tidak boleh … tidak boleh marah,” jawab Adun gugup.

“Baik… Jadi puasa itu selain menahan lapar dan haus dari sejak terbit fajar hingga azan maghrib, juga menjaga pandangan dari hal-hal yang menimbulkan syahwat seperti film dan gambar porno, wanita yang berpakaian minim, termasuk memandang wanita dengan nafsu. Puasa juga menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang tidak baik, menguping pembicaraan orang atau mendengarkan gunjingan. Selain itu, menjaga mulut dari berkata dusta, mengumpat dan menghina orang, bergunjing, membicarakan aib orang. Juga menjaga hati dari rasa iri dan dengki,” kata Ustadz Amir menjelaskan.

“Lalu, apa faedah atau manfaat puasa? Ada yang tahu?” tanya Ustadz Amir kembali.

“Saya pak!” ucap seorang anak berpipi tembam seraya mengacungkan tangan.

“Ya, kamu Jali, coba jelaskan,” ujar Ustadz Amir.

“Dengan berpuasa, kita dapat merasakan penderitaan fakir miskin. Puasa juga melatih kesabaran dan menahan emosi,” jawab Rojali.

“Benar… Jadi dengan puasa kita dapat merasakan apa yang saudara-saudara kita yang hidup dalam kemiskinan rasakan setiap hari. Dengan begitu diharapkan kita mau membantu mereka. Puasa juga melatih kita untuk bersabar, menahan emosi, dan juga berkata jujur. Dengan berpuasa tubuh kita pun menjadi sehat baik jasmani maupun rohani.” kata Ustadz Amir. “Dan bagi orang-orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan seperti yang tertulis dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim,

‘Rasulullah Saw. bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amal anak Adam (manusia) itu membawa manfaat bagi dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Puasa itu ibarat perisai. Pada hari orang sedang melaksanakan puasa janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat keributan dan bertengkar. Jika seseorang memakinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia mengatakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang sedang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah dibanding bau kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa tersedia dua kali kegembiraan, yaitu: kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya karena besarnya pahala puasa.”

“Nah, anak-anak, sampai disini kalian mengerti?” ujar Ustadz Amir.

“Mengerti pak Ustadz.” jawab murid-murid.

“Kalau begitu sampai di sini dulu pelajaran hari ini, Insya Allah kita bertemu lagi esok lusa. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” salam Ustadz Amir menutup pengajian.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s