RSS

Kusut Masai

25 Jun

Ketika Imam Syafi’i kembali dari pengembaraannya, beliau masuk ke daerahnya dengan membawa buntalan kain yang mulai usang dan rambut beliau panjang, lantas beliau mendatangi tukang cukur, tapi tukang cukur itu tidak berkenan mencukur rambutnya setelah melihat tampangnya yang lusuh. Tukang cukur itu berkata kepadanya, “Pergi dan carilah orang lain.” Mendengar ucapan seperti itu, dengan tidak senang beliau pergi dan menatap wajah seorang anak yang bersamanya, seraya berkata: “Kamu bawa uang berapa?”. “Sepuluh dinar,” jawabnya. “Berikan kepada tukang cukur itu,”  lalu sang anak pun memberikan uang itu kepadanya.

Setelah itu Imam Syafi’i pergi sambil bersenandung;

Aku membawa pakaian, jika semuanya dijual
Dan ditukar dengan uang, tentu uang itu akan melimpah

Di dalamnya ada jiwa yang jika dibandingkan dengan semua perhiasan
Tentulah nilainya lebih tinggi dan mulia

Mata pedang tidak membahayakan jika masuk ke sarungnya
Begitu pula kemarahan akan hilang jika disertai dengan perbuatan baik

Jika disepanjang hari aku kenakan pakaian-pakaian ini
Maka, berapa banyak mata pedang yang merobek-robeknya.

(Kalam Hikmah Imam Syafi’i)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s