RSS

Kisah Gadis Kecil

22 Jun

Fajar Syawal menyingsing di langit kota Madinah. Semua orang berjalan menuju lapangan untuk menunaikan shalat id. Satu persatu kaki-kaki melangkah sambil menyeru asma Allah melalui takbir, hingga langit pun bersaksi, di hari itu segenap mata tak kuasa membendung air mata keharuan saat berlebaran.

Sementara itu, langkah sepasang kaki terhenti karena sesenggukan gadis kecil di tepi jalan.

“Gerangan apakah yang membuat engkau menangis, anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik senggukan sang gadis.

Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya, matanya masih menerawang tak menentu, seperti mencari sesosok yang amat ia rindukan kehadirannya di hari bahagia itu. Ternyata, ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan itu.

“Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah,” tutur gadis kecil itu menjawab tanya pria di hadapannya tentang ayahnya.

Seketika, pria tersebut mendekap gadis kecil itu.

“Maukah engkau seandainya Aisyah menjadi ibumu, Muhammad ayahmu, Fatimah bibimu, Ali sebagai pamanmu, dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu.”

Sadarlah gadis itu bahwa pria yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain adalah Muhammad Rasulullah saw.

Siapakah yang tak ingin berayahkan pria paling mulia, dan beribu seorang ummul mu’minin?

Begitulah manusia paling agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih di Hari Raya kembali tersenyum. Barangkali itulah senyum terindah seorang anak yatim.

Rasulullah membawa serta gadis kecil itu ke rumahnya, beliau berikan pakaian bagus, sehingga ia tampak tak berbeda dengan Hasan dan Husain.

Rasulullah saw sangat mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi dan keluarganya sendiri. Teladan seperti ini begitu melekat dalam benak orang-orang zaman dahulu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Juni 2014 in Kisah-kisah Teladan

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s