RSS

Cinta Sejati

20 Jun

Jadikan diri anda sebagai wali dan kekasih Allah agar mendapatkan kebahagiaan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah. Alangkah bermaknanya firman Allah ini,

“Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.”
(QS. Al-Maa’idah: 54)

Sejumlah ahli tafsir mengatakan, “Tidak ada yang mengherankan dalam, “… mereka mencintai-Nya…” tapi yang mengherankan adalah, “.. Dia mencintai mereka…” Allah yang menciptakan, memberi rezeki, melindungi, dan memberikan karunia-Nya kepada mereka, tapi Allah juga yang mencintai mereka.

“Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu.”
(QS. Ali ‘Imran: 31)

Coba perhatikan kehormatan Ali bin Abi Thalib, yang merupakan mahkota bersemayam di atas kepalanya. Seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ada seorang sahabat Rasulullah yang sangat senang membaca, “Qul huwallahu Ahad.” Bacaan itu selalu diulang-ulangnya dalam setiap rakaat, selalu dibaca dalam zikirnya, selalu diucapkannya, selalu diingat untuk menyegarkan hatinya, dan selalu digumamkan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Rasulullah bersabda, Kecintaanmu padanya akan membuatmu masuk surga.”

Sungguh indah dua bait syair yang pernah saya baca dulu, dalam biografi seorang ulama.

Jika cinta orang yang mabuk asmara kepada Laila dan Salma, telah merampas hati dan pikiran.

Lalu, apa yang dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang di dalamnya mengalir rasa cinta kepada Yang Maha Tinggi?

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” ”
(QS. Al-Maa’idah: 18)

Cerita cinta Majnun terhadap Laila yang sangat terkenal itu, menunjukkan bahwa Majnun akhirnya dibunuh oleh cintanya kepada Laila. Qarun dibunuh oleh cintanya kepada harta benda. Fir’aun dibunuh oleh cintanya kepada kedudukan. Tapi Hamzah, Ja’far, dan Hanzhalah mati karena cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Alangkah jauh jarak yang memisahkan antara keduanya – Majnun, Qarun, dan Fir’aun di satu sisi, dan Hamzah, Ja’far dan Hanzhalah di sisi yang lain.

(Dari: La Tahzan-Dr. Aidh Al-Qarni)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Juni 2014 in cinta, Renungan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s