RSS

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?”

18 Jun

Firman Allah ini ditujukan kepada Rasulullah. Makna firman itu benar-benar mengejawantah pada diri Rasulullah. Rasulullah adalah seorang yang sederhana, teduh, optimistis, semangatnya tinggi, perasaannya hidup, dan ringan kaki. Beliau dekat dengan hati masyarakat, sederhana dalam keagungannya. Dekat dengan sesama karena kharismanya, murah senyum, dicintai dengan segala ketinggian budi pekertinya, dikenal oleh orang jauh dan dekat. Dari sudut akhlak, Rasulullah sangatlah sempurna. Rona mukanya selalu berseri, dan pandai membaca gelagat orang yang diajak bicara, enak diajak bicara, dan selalu murah senyum kepada semua yang datang. Beliau senang dengan pemberian Allah, sehingga tidak pernah mengenal putus asa, dan tidak pernah tertekan jiwanya. Beliau selalu memandang jauh ke depan. Beliau tidak suka kepada hal-hal yang berbelit-belit, njlimet, dan dibuat-buat. Pokoknya, semua nilai positif dalam berperilaku ada padanya, karena beliau adalah pembawa risalah. Beliau mengusung prinsip-prinsip hidup, teladan dan guru bagi umat manusia (apapun generasinya), dan panutan bagi keluarga serta masyarakat. Dari sudut pandang keyakinan dan ideologi, beliau adalah model.

Pendek kata, beliau adalah penunjuk jalan ke arah kemudahan, Al-Qur’an dengan singkat menggambarkan dirinya sebagai orang yang,

“… membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.”
(QS. Al-A’raf: 157)

Atau dengan ungkapan lain:

“Rahmat bagi semesta.”  (QS. Al-Anbiya: 107)

“Dan,  untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi.”
(QS. Al-Ahzab: 46)

Sedangkan hal-hal yang menghambat risalah yang mudah ini adalah sikap kaku orang-orang Khawarij, kepalsuan ahli logika, kebodohan ahli tasawuf, keangkuhan orang-orang yang sombong, sikap memanjakan perasaan yang dilakukan para penyair dan penyanyi, serta kesenangan buta para pemuja kehidupan dunia.

“Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan, Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang benar.”
(QS. Al-Baqarah: 213)

(La Tahzan-Dr. Aidh Al-Qarni)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s