RSS

Puasa

14 Jun
Puasa

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” Seperti biasanya Ustadz Amir membuka pengajian. Hari ini adalah hari terakhir anak-anak mengaji, esok hari acara penutupan pengajian sementara dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab murid-murid serempak.

“Nah, anak-anak dua minggu lagi bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, kita sebagai seorang mukmin diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dalilnya adalah surat Al-Baqarah ayat 183. Ada yang tahu bacaannya anak-anak?” Ustadz Amir bertanya sambil memandang murid-muridnya.
Tak ada yang berani mengangkat tangan, hanya kasak-kusuk di antara murid-murid ustadz Amir.

“Kok pada diam, hayo siapa yang hapal bacaannya? Menjelang Ramadhan begini biasanya sering dibaca oleh khatib Jum’at, ceramah di radio atau televisi. Masa kalian tidak ada yang hapal, atau kalian tak pernah mendengarkan khutbah Jum’at ya?” kata Ustadz Amir lagi. Murid-murid cuma bisa menunduk malu.

“Baiklah kalau memang tidak ada yang hapal, bapak minta hmm.. siapa ya.. Kamu Abdul, buka surat Al-Baqarah ayat 183!”
Ustadz Amir menunjuk murid yang duduk di belakang.

“Sudah ustadz,” jawab Abdul.

“Coba kamu Bacakan!” pinta ustadz Amir.
Abdul pun membacanya dengan lancar, suaranya bagus juga.

image

“Bagus, kamu Shofa bacakan terjemahannya!” ujar ustadz Amir kepada murid perempuan yang berjilbab merah.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)”

“Jadi anak-anak pada bulan Ramadhan kita sebagai muslim yang beriman diwajibkan untuk berpuasa agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa” terang Ustadz Amir. “Nah tahukah kalian puasa itu apa?”
Kali ini murid-murid serempak mengacungkan jari.

“Kamu Zidan, apa arti puasa?” Tanya Ustadz Amir pada Zidan, murid laki-laki yang duduk di depan.

Zidan pun menjawab dengan semangat, “berpuasa itu menahan lapar dan haus dari mulai imsak sampai beduk maghrib.”

“Baik, ada yang tahu apalagi?” Tanya Ustadz Amir lagi.

“Saya pak ustadz,” ujar seorang anak berjilbab kuning yang duduk di sebelah Shofa.

“Iya, apalagi Aisyah?” tanya Ustadz Amir pada anak berjilbab kuning tadi.

“Puasa itu selain menahan lapar dan haus, juga menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa,” jawab Aisyah.

“Bagus, jadi anak-anak berpuasa itu menahan lapar dan haus serta menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Apa saja yang membatalkan puasa anak-anak?” tanya Ustadz Amir kembali.

“Makan dan minum pak,” jawab Abdul.
“berbohong pak,” Shofa menimpali.
“Berkelahi pak,” Zidan tak mau kalah.

“Betul anak-anak, makan dan minum di siang hari atau memasukkan sesuatu ke dalam mulut hingga tertelan membatalkan puasa. Berhubungan suami istri di siang hari bulan puasa juga membatalkan puasa. Berkata dusta atau berbohong puasanya batal atau tidak?” tanya Ustadz Amir.

“Batal pak,” Kata Aisyah.
“Tidak pak,” jawab Reihan yang dari diam saja.

“Mengapa tidak batal Reihan?” tanya Ustadz Amir pada Reihan.
“Itu pak, kan berbohong tidak memasukkan sesuatu kedalam mulut pak,” jawab Reihan.

“Memang berbohong atau berkata dusta tidak membatalkan puasanya, tetapi menggugurkan pahala puasanya. Artinya jika kalian berbohong, berdusta, ngomongin keburukan orang lain saat berpuasa, kalian tidak mendapat apa-apa selain lapar dan haus saja, jadi sia-sia saja kalian berpuasa. Begitu juga jika kalian berkelahi. Mengerti anak-anak.” terang Ustadz Amir.

“Mengerti pak ustadz,” jawab murid-murid serempak.

“Puasa itu bulan latihan. Artinya selama berpuasa kita dilatih untuk menjadi orang yang sabar. Dilatih untuk selalu berkata jujur tidak berdusta. Juga dilatih untuk peka terhadap penderitaan fakir miskin. Dengan begitu selepas bulan Ramadhan kita terbiasa berkata jujur, jadi orang yang sabar, dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bertakwa. Faham anak-anak!” kata Ustadz Amir menambahkan.

“Faham pak,” jawab murid-murid kembali serempak.

“Baik kalau begitu, sebelum diakhiri, bapak mohon maaf sekiranya ada kata-kata bapak yang kurang berkenan di hati kalian selama bapak mengajar kalian. Juga sampaikan salam bapak kepada orang tua kalian. Lusa penutupan pengajian jangan lupa untuk hadir, beritahu juga teman-teman kalian yang hari ini tidak hadir. Sebelum pulang mari bersama-sama berdoa, semoga pelajaran ini bermanfaat bagi kita semua. Kita baca hamdalah, Alhamdulillahi Rabbil alamin. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Ustadz Amir.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab murid-murid serempak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2014 in Renungan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s