RSS

Carilah Rezeki, Tapi Jangan Tamak

21 Feb

Maha Suci Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Dia memberi rezeki kepada ulat yang ada di dalam tanah, kepada ikan yang ada di air, kepada burung yang ada di udara, kepada semut yang ada di kegelapan, dan kepada ular yang ada di antara bebatuan yang kasar.

Ibnu Jauzi pernah mengemukakan sebuah kisah yang menarik tentang seekor ular buta. Ketika ular tersebut melilitkan tubuhnya di atas pohon kurma, seekor burung datang membawa sepotong daging dan menyuapkannya ke mulut ular. Saat mendekati ular, si burung mengeluarkan bunyi-bunyian dan bersuit sampai ular tersebut membuka mulutnya. Baru setelah itu, si burung memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya. Baru setelah itu, si burung memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya. Maha Suci Allah yang telah membuat burung ini menurut pada sang ular.

“Dan, tiadalah burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu.”  (QS. Al-An’am: 38)

Jika kau melihat ular menyemburkan bisanya,
tanyakanlah siapa yang kau incar dengan bisa itu.
Tanyakan pula, bagaimana kau bisa hidup, wahai ular?
Padahal, mulutmu selalu dipenuhi bisa mematikan.

Maryam, ibu Nabi Isa, selalu mendapatkan rezekinya setiap pagi dan sore di dalam mihrab. Ketika ditanya, “Dari mana kau dapatkan (semua) ini, Maryam?” Jawabnya, “Itu (semua) dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”

Oleh sebab itu tak usah bersedih, sebab rezeki itu telah dijamin.

“Dan, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”  (QS. Al-An’am: 151)

Dan, perlu diketahui oleh umat manusia bahwa Zat yang memberi kepada orang tua dan anak itu adalah Zat yang tidak beranak dan tidak diperanakkan.

“Dan, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu.”  (QS. Al-Isra’: 31)

Zat yang memiliki perbendaharaan harta yang demikian besar dan agung itu telah memberi jaminan rezeki pada semua manusia. Lalu mengapa harus bersedih, padahal Allah menanggung semuanya?

“Maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.”  (QS. Al-‘Ankabut: 18)

“Dan Rabb-ku, yang Dia memberi makan dan minum padaku.” (QS. Asy-Syu’ara: 79)

(Dikutip dari La Tahzan – Dr. ‘Aidh al-Qarni)

Posted from WordPress for Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2014 in Renungan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s