RSS

Wahai Tuhanku… Ummatku.. Ummatku..

05 Feb

Pada hari kiamat nanti manusia akan campur aduk. Mereka akan mendatangi Nabi Adam seraya memohon, “Mohonkanlah syafa’at dari Tuhanmu!”
Jawabnya, “Aku tak mempunyai wewenang untuk itu. Pergilah kepada Ibrahim, karena ia adalah kekasih Allah.”

Mereka pun berbondong-bondong memghadap Nabi Ibrahim. Mereka mendapatkan jawaban, “Aku tak mempunyai wewenang untuk itu. Pergilah kepada Nabi Musa, karena ia adalah kalimullah!”

Segeralah mereka datang kepada Nabi Musa. Mereka mendapatkan jawaban, “Aku tak mempunyai wewenang untuk itu. Pergilah saja kepada Nabi Isa, karena ia adalah ruhullah dan kalimatnya!”

Mereka segera datang kepada Nabi Isa, dan mendapatkan jawaban, “Aku tak mempunyai wewenang untuk itu, pergilah saja kepada Nabi Muhammad.”

Kemudian mereka datang kepadaku. Aku mohon izin kepada Tuhanku dan memberikan izin serta mengilhamkan kepadaku beberapa kata-kata pujian yang sampai sekarang belum pernah aku mendapatkannya. Maka aku segera memanjatkan puji dengan puji-pujian tersebut dan terus bersujud. Maka dikatakan:
“Hai Muhammad! Angkatlah kepalamu dan berkatalah, ucapanmu akan terdengar. Mohonlah! Permohonanmu akan dikabulkan. Serta mohonlah syafa’at! Kamu akan mendapatkan syafa’atku.”

Segeralah aku bermohon, “Wahai Tuhanku… ummatku.. ummatku..”
Maka terdengarlah perintah, “Pergilah dan keluarkanlah orang-orang yang dalam hatinya terdapat sekalipun hanya seberat biji sawi dari iman.”

Terdengarlah kata-kata, pergilah! Maka segera aku kerjakan dan aku kembali. Kemudian aku memanjatkan puji dengan puji-pujian tadi, dan aku sujud kembali. Maka dikatakan sekali lagi:
“Wahai Muhammad! Angkatlah kepalamu, dan berkatalah, nanti ucapanmu akan terdengar, mohonlah! Nanti permohonanmu akan dikabulkan, serta mohonlah syafa’at, nanti permohonan syafa’atmu akan diterima.”

Maka aku bermohon, “Wahai Tuhanku… ummatku… ummatku..”
Maka datanglah perintah, “Pergilah! dan keluarkanlah orang-orang yang dalam hatinya masih terdapat sekalipun hanya seberat zarrah daripada iman.”

Maka pergilah dan aku kerjakan dan aku kembali. Maka aku memuji dengan puji-pujian tadi, lalu segera sujud. Kemudian datanglah perintah:
“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berkatalah, nanti ucapanmu akan terdengar. Mohonlah! Nanti permohonanmu akan dikabulkan. Serta mohonlah syafa’at, nanti permohonan syafa’atmu akam diterima.”

Maka aku bermohon, “Wahai Tuhanku! Ummatku… ummatku…”
Maka terdengarlah kata-kata: “Pergilah! Dan keluarkanlah orang-orang yang dalam hatinya masih terdapat rasa iman sekalipun bobotnya lebih ringan dibanding dengan beratnya biji sawi. Segeralah keluarkan dari neraka!”
Maka pergilah dan aku kerjakan.

(Dalam lain riwayat:)
Kemudian aku kembali untuk yang keempat kalinya, dan aku memuji dengan puji-pujian tadi dan aku sujud. Maka datanglah perintah: “Wahai Muhammad! Angkatlah kepalamu, berkatalah nanti ucapanmu akan terdengar, mohonlah! Nanti permohonanmu akan dikabulkan. Serta mohonlah syafa’at! Nanti permohonan syafa’atmu akan diterima.”

Segeralah aku bermohon, “Wahai Tuhanku. Terimalah permohonanku mengenai orang-orang yang pernah mengucapkan: Laa ilaaha illallaah..
Maka berfirmanlah Allah: “Demi kemuliaan-Ku, keagungan-Ku dan kebesaran-Ku… sungguh aku pasti akan mengeluarkan dari dalamnya, orang-orang yang pernah mengucapkan: Laa ilaaha illallah.”
(HR. Bukhari)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2014 in hadist, Renungan

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s