RSS

Dajjal dan Kiamat

31 Jan

Suatu pagi Rasulullah Saw. bercerita tentang Dajjal, terkadang beliau memelankan suaranya dan terkadang mengeraskannya, sehingga para sahabat mengira Dajjal itu ada di kebun kurma. Ketika sahabat-sahabatnya mendatanginya, beliau mengetahui keadaan mereka, maka beliau bertanya, “Ada apa dengan kalian?”

Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal, terkadang engkau memelankan suara dan terkadang mengeraskannya, sehingga kami mengira Dajjal ada di kebun kurma.”

Kemudian Rasulullah berkata, “Ketakutan kepada Dajjal adalah yang paling aku khawatirkan terhadap dirimu. Kalau dia dan aku masih ada di antara kalian, akulah yang berdebat dengannya untuk melindungi kalian. Tetapi jika dia keluar dan aku tidak berada di antara kalian, maka setiap orang berdebat untuk menolong dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku untuk setiap orang muslim. Dia (Dajjal) adalah seorang pemuda yang berambut keriting, matanya menyembul keluar, menurutku seperti Andul Uzza bin Qathan. Oleh karena itu, siapapun di antara kalian yang bertemu dengannya, hendaklah membaca permulaan surat Al-Kahfi. Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya. Hai hamba-hamba Allah, tabahlah!”

Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lamanya ia tinggal di bumi?”

Rasulullah menjawab, “Empat puluh hari yang sehari seperti setahun, sehari lagi seperti sebulan, sehari lagi seperti seminggu, dan sisa-sisa hari lainnya seperti hari-harimu.”

Para sahabat bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, hari yang seperti setahun tadi, cukupkah bagi kami satu hari saja pada hari itu?”

Rasulullah pun menjawab, “Tidak. Jadi buatlah perkiraan untuk waktu shalat.”

Kemudian sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi?”

Rasulullah menjawab, “Seperti hujan yang ditiup angin. Ketika ia mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, maka mereka beriman kepadanya dan mau mengikuti ajakannya. Setelah itu ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. Lalu memerintahkan bumi agar menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, maka bumi pun menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Pada waktu sore gembalaan mereka pulang dengan punuk yang panjang dan lambung yang berisi susu yang menggelayut.
Kemudian ia pergi ke lain kaum dan mengajak mereka, tetapi kaum itu menolaknya, maka Dajjal pun meninggalkan mereka. Pada keesokan harinya mereka mengalami paceklik, tiada suatu harta pun yang ada pada mereka.
Kemudian Dajjal melewati suatu reruntuhan dan berkata, “Keluarkan harta simpananmu,” maka simpanan tadi mengikutinya bagaikan gerombolan lebah.
Setelah itu ia memanggil seorang pemuda lalu dipotongnya dengan pedang menjadi dua bagian dan dilemparkan sejauh sasaran, lalu dipanggilnya kembali  maka pemuda tadi mendatanginya sambil tertawa dan wajah yang bersinar. Ketika ia dalam keadaan demikian, maka Allah mengutus Al-Masih putra Maryam. Beliau turun di menara putih, sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup za’faran, dan meletakkan telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila ia menundukkan kepala, air pun menetes, dan jika mengangkat kepala, berluncuran air tadi bagaikan mutiara.
Orang kafir yang mencium nafas beliau pasti mati, sedangkan nafasnya dapat mencapai sejauh pandangan matanya. Kemudian beliau mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul Muqaddas) lalu membunuhnya. Setelah itu Nabi Isa AS didatangi kaum yang dijaga oleh Allah dari kejahatan Dajjal, beliau mengusap wajah mereka dan mengucapkan derajat mereka di surga. Ketika beliau dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah memberikan wahyu kepada Nabi Isa AS:
“Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tiada seorang pun yang mampu membunuhnya, maka jaga dan kumpulkanlah hamba-hamba-Ku di gunung Thur.”
Kemudian Allah membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj yang dengan cepat turun dari tempat-tempat yang tinggi. Ketika yang pertama dari mereka melewati danau Thabariyah, mereka minum apa yang ada di situ. Dan tatkala barisan yang terakhir lewat, mereka berkata, “Sungguh, ditempat ini pernah ada air,” dan Nabiyyullah Isa dan sahabat-sahabatnya dikepung, sehingga kepala seekor lembu bagi mereka lebih baik daripada seratus dinar.
Kemudian Nabi Isa AS dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah. Maka, Allah mengirim ulat ke tengkuk mereka (Ya’juj dan Ma’juj). Sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa.
Setelah itu Nabi Isa AS dan sahabat-sahabatnya turun ke bumi. Mereka tidak menemukan sejengkal pun  tempat di bumi kecuali telah dipenuhi bangkai Ya’juj dan Ma’juj yang berbau busuk.
Kemudian, Nabi Isa AS dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim burung sebesar leher unta yang kemudian membawa mereka (Ya’juj dan Ma’juj) dan melemparkannya di tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah mengirimkan hujan yang membanjiri rumah dari tanah maupun dari bulu, maka hujan tadi mencuci bumi sampai bersih seperti kaca, lalu dikatakan kepada bumi, “Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah berkahmu.”
Maka pada hari itu serombongan orang memakan buah delima dan berteduh dengan kelopaknya, juga diberkahi air susu seekor unta yang cukup untuk serombongan orang, air susu seekor sapi cukup untuk satu keluarga. Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirim angin yang harum yang tertiup dari bawah ketiak mereka, lalu mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim, dan yang tersisa adalah orang-orang yang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu), maka pada masa mereka itulah kiamat terjadi.”

(HR. Muslim)
(Sumber: Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi)

Posted from WordPress for Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2014 in hadist

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s