RSS

Suara yang Menggetarkan Hati

27 Jan

Burung Hud-Hud mengabdi kepada Nabi Sulaiman AS karena ia mampu mengetahui di mana letak air tanah. Nabi Sulaiman pun amat menginginkan Hud-Hud selalu bersamanya. Suatu hari Nabi Sulaiman tidak mengetahui keberadaannya. Beliau merasa sangat kehilangan Hud-Hud.

“Jika ia tidak memberi alasan jelas atas kepergiannya, aku akan menegurnya atau bahkan menyembelihnya,” gerutu Nabi Sulaiman.

Setelah beberapa lama, Hud-Hud datang.

“Dari mana saja engkau?” Tanya Nabi.

“Aku terbang ke beberapa penjuru mencari berita. Lalu, aku menemukan sebuah negeri bernama Saba. Negeri itu dipimpin seorang ratu. Namun, setan berhasil menyesatkan negeri itu sehingga mereka tidak menyembah Allah Swt. Mereka menyembah matahari,” ujar Hud-Hud bersemangat.

“Oh, rupanya begitu. Baiklah, aku akan menulis untuk ratu negeri itu. Engkau yang mengantarkan kepadanya.”

Hud-Hud membawa surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis – ratu negeri Saba. Lewat suratnya Nabi Sulaiman mengajak Ratu Balqis dan rakyatnya kepada ajaran tauhid dan beribadah kepada Tuhan yang Esa.

Setelah Ratu Balqis membaca surat dari Nabi Sulaiman, ia bermusyawarah dengan para pembesar negeri Saba berkaitan dengan ajakan Nabi Sulaiman. ” Aku menerima surat Sulaiman. Di awal surat tertulis, BismillahirRahmanirRahim. Sulaiman mengajak kita datang menemuinya dengan tunduk dan menyerah serta tidak mengadakan perlawanan. Aku hendak bermusyawarah dengan kalian dan mengetahui pendapat kalian.”

“Engkau pemimpin kami dan kami menyerahkan keputusan kepadamu. Putuskanlah apa yang kau anggap baik,” kata para pembesar negeri Saba.

“Aku tidak yakin kita mampu melawan pasukan Sulaiman. Perang hanya akan membuat kerusakan dan kehinaan. Karenanya, sebaiknya kita mengirimkan hadiah untuk Sulaiman. Kesempatan ini akan digunakan para utusan kita meneliti dan mengamati kekuatan mereka sehingga kita dapat menentukan sikap menghadapi seruan Sulaiman,” kata Ratu Balqis.

Kemudia emas dan permata pun diantar kepada Nabi Sulaiman. Para utusan Ratu Balqis tiba di istana Nabi Sulaiman. Mereka tercengang dan merasa kagum menyaksikan kemegahan istana dan kekayaan Nabi Sulaiman. Mereka merasa hadiah yang mereka bawa sama sekali tidak bernilai

“Aku menyeru kepada kalian untuk tunduk dan patuh pada tuntunan Ilahi, tetapi kalian membawa hadiah untukku. Bawalah kembali hadiah yang kalian bawa. Jika kalian tidak beriman kepada Allah, dalam waktu dekat aku akan melakukan penyerangan dengan pasukan yang tak terhitung jumlahnya.”

Mereka pun pulang dan melaporkannya pada ratu. Ratu memutuskan untuk melakukan diplomasi langsung dan menemui Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman di singgasananya menunggu kedatangan Ratu Balqis.

“Balqis hendak datang kemari. Ia memiliki sebuah singgasana besar. Siapakah di antara kalian yang mampu mendatangkan singgasana Balqis kemari?”

“Aku mampu mendatangkannya sebelum engkau bangkit dari tempat dudukmu,” jawab seorang di antara mereka.

“Aku akan mendatangkan singgasananya sebelum engkau berkedip,” ujar yang lain.

Ratu Balqis merasa heran melihat singgasananya berada di istana Nabi Sulaiman. Karenanya, ia pun beriman kepada Allah.

Ratu Balqis berkata, “Sesungguhnya, kami telah berbuat aniaya kepada diri kami sendiri, telah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah. Sekarang aku beriman kepada Tuhan semesta alam dan siap melaksanakan ajaran agama-Nya.”

Posted from WordPress for Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2014 in Kisah-kisah Bismillah

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s