RSS
Kutipan
11 Jan

Badan pun tak berharga sesaat ditinggal nyawa.
Anak istri tercinta tak sudi lagi bersama.
Secepatnya jasad dipendam.
Secepatnya jasad dipendam, karena tak lagi dibutuhkan.
Diri yang semula dipuja, kini bangkai tak berguna.

Dari kamar yang indah, kasur empuk tilam putih.
Kini harus berpindah, terkubur dalam perut bumi.

Kalau selama ini diri berhiaskan.
Emas intan permata bermandi cahaya.
Tetapi kali ini di dalam kuburan.
Gelap pekat mencekam tanpa seorang teman.
Terputuslah pergaulan.
Terbujurlah sendirian.
Diri terbungkus kain kafan.

Wajah dan tubuh indah yang dulu dipuja-puja.
Kini tiada lagi orang sudi menyentuhnya.
Jadi santapan cacing tanah.
Jadi santapan cacing tanah, sampai yang tersisa kerangka.
Begitulah suratan badan, Ke bumi dikembalikan.

Kebanyakan manusia terlena sehingga lupa.
Bahwa maut kan datang, menjelang.

(Sebujur Bangkai – Rhoma Irama)

Sebujur Bangkai

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Januari 2014 in Lirik, Renungan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s