RSS

Itulah adanya, dua hal.

08 Agu

Siang itu selepas sholat zuhur, seperti biasanya Ustadz Amir memberikan sedikit nasihatnya kepada murid-muridnya.

“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” Ustadz Amir memberi salam.

“Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab murid-muridnya serempak.

“Bagaimana puasa kalian hari ini? Sudah ada yang kalah belum?” tanya Ustadz Amir sambil memandangi muridnya satu persatu.

“Belum, ustadz. Alhamdullah kami belum ada yang kalah,” jawab murid-murid bersahutan.

“Alhamdulillah… Jangan sampai kalah ya…” ujar Ustadz Amir.

“Baiklah untuk pengajian hari ini saya akan menyampaikan nasihat yang terkandung dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, ” kemudian Ustadz Amir melanjutkan.
“Dari Ibnu Mas’ud Ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Bahwasanya ada dua hal, yakni : Firman dan petunjuk. Maka sebenarnya, sebaik kata-kata ialah firman Allah, dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad.
Ingatlah! Jauhilah olehmu hal-hal baru dalam agama. Karena sesungguhnya seburuk-buruk perkara ialah hal-hal yang baru dalam agama. Setiap hal yang baru dalam agama itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.
Ingatlah! Janganlah kamu terlalu berpanjang-panjang umur. Ditakutkan hatimu menjadi keras.
Ingatlah sesungguhnya tiap-tiap yang datang itu dekat. Adapun yang jauh itu belum tentu datang.
Ingatlah! Sesungguhnya kecelakaan itu orang yang celaka di dalam perut ibunya, dan kebahagiaan itu pada orang yang mau mengingatkan orang lain.
Ingatlah! Sesungguhnya membunuh orang mukmin itu kufur hukumnya, sedangkan memaki itu termasuk perbuatan fasik. Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.
Ingatlah! Jauhilah olehmu dusta (bohong)! Sesungguhnya dusta (bohong) itu tidak ada baiknya, dengan sungguh-sungguh atau hanya untuk bergurauan.
Janganlah seseorang menjanjikan anaknya, tetapi tidak dipenuhinya. Karena sesungguhnya dusta (bohong) itu memberikan petunjuk ke arah kedurhakaan. Dan kedurhakaan memberikan petunjuk ke jurang neraka.
Adapun kejujuran itu memberikan petunjuk kearah kebaikan, sedangkan kebaikan memberikan petunjuk kearah surga. Kepada orang yang jujur akan dikatakan: “Kamu jujur dan benar”. Sedangkan kepada pendusta/pembohong akan dikatakan: “Kamu bohong lagi durhaka”.
Ingatlah! Sesungguhnya bilamana seseorang itu selalu berdusta, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta”. Murid-murid dengan khusu’ menyimak apa yang disampaikan ustadz Amir.

“Nah, anak-anakku jadilah kalian orang yang jujur dan amanah. Dan dibulan Ramadan ini, kita berlatih untuk tidak berbohong, untuk selalu berkata jujur. Dan selanjutnya setelah Ramadan kita menjadi terbiasa berkata jujur,” nasihat ustadz Amir kepada murid-muridnya.
“Sampai sini dulu pengajian kita hari ini, Billahi Taufik wal hidayah. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Agustus 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s