RSS

Kecerdasan Harun Al-Rasyid

01 Agu

Pada suatu hari Khalifah Harun Al-Rasyid berkeliling ke seluruh kota Baghdad. Knalifah yang dekat dengan rakyat ini menemukan sejumlah jalan raya yang bertebaran dengan batu dan sampah. Sesampainya di istana, ia memerintahkan kepada kepala istana. “Letakkan sejumlah batu di jalan depan istana, dan taruh kotak dan surat ini di bawah batu itu!”. “Siap, Khalifah!” ujar kepala istana penuh hormat. Kemudian kepala istana meninstruksikan kepada dua orang pengawal yang bertugas jaga di depan istana untuk mendengarkan komentar setiap orang yang lewat. Setelah itu melaporkan kritikan itu kepada kepala istana keesokan harinya, “Baik tuan!” ujar kepala penjaga mantap.

Tak berapa lama kemudian lewatlah sejumlah pejabat kerajaan menunggang kuda tengah menuju kantornya di belakang istana. Saat mereka melihat sejumlah batu berserakan, para pejabat marah-marah. “Hai penjaga istana! Kenapa kamu biarkan batu-batu itu berserakan! Ini memalukan istana dan merusak nama baik Khalifah. Laporkan segera kepada menteri PU untuk merapihkan jalanan ini!”. Sang penjaga mendengarkannya dengan sabar. Tak berapa lama kemudian lewat sejumlah pedagang yang membawa setumpuk barang dagangan dengan gerobak yang ditarik kuda. Saat melewati jalanan berbatu itu sang pedagang mengoceh, “Hai penjaga! Apa kamu tak punya mata! Singkirkan batu-batu itu. Apa kamu bersedia bertanggung jawab, jika gerobakku terbalik karena batu-batu itu! Ayo, cepat singkirkan!”. Sang penjaga hanya diam membisu mendengar ocehan pedagang itu.

Beberapa saat kemudian, lewat dua anak sekolah dasar berpakaian seragam. Melihat sejumlah batu berserakan di jalan depan istana, mereka teringat kepada sabda Rasulullah yang disampaikan gurunya beberapa hari yang lalu. Nabi berkata: “Menyingkirkan duri dari jalan termasuk sedekah”.
Dengan bersemangat anak yang bertubuh tambun berkata, “Kawan! Mari kita bersedekah!”. Sang teman menjawab, “Bersedekah pakai apa. Uang jajanku sudah habis!”.
“Kita bersedekah tanpa uang, cukup membuang batu dari jalanan!” ujar temannya penuh semangat. Saat kedua anak itu melemparkan batu-batu itu ke pinggir jalan, tiba-tiba mereka melihat sebuah kotak di bawah batu itu. Saat mengambil kotak itu, mereka menemukan sepucuk surat, lantas dibuka dan dibacanya.

“Terima kasih.
Anda peduli terhadap gangguan di jalanan. Anda berhak menerima hadiah dari khalifah. Harun Al-Rasyid”

Saat kedua anak itu membuka kotak tersebut, mereka bersorak gembira karena di dalam kotak itu terdapat 4 keping emas murni, masing-masing seberat 10 gram. “Alhamdulillah. Terima kasih Khalifah”. ujar kedua anak itu sembari bersujud ke tanah. Berita itu dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok negeri. Sejak saat itu, setiap orang beradu cepat menyingkirkan batu dari jalanan. Mereka berharap mendapatkan kepingan emas yang ditaruh khalifah di bawah batu. Akhirnya Khalifah berkata dalam sebuah pidatonya, “Terima kasih kepada seluruh rakyatku yang sangat peduli terhadap segala macam gangguan di jalan raya. Jangan lagi mengharapkan kepingan emas dari khalifah, tetapi perbuatan baik itu akan mendapat puluhan keping emas dari Allah. Yang pasti karena jalanan rapi, kita semua terhindar dari berbagai macam bahaya”.

Disadur dari: 101 Pintu Surga, Penulis: Sabaruddin Tain, Penerbit: An-Najah Press, Sukamulya, Rumpin, Bogor

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s