RSS

Harga Segelas Air

31 Jul

Suatu hari Khalifah Harun Al- Rasyid mengundang seorang ahli tafsir, Syekh Ibnu Samaak, dalam pengajian bulanan. Saat pengajian berlangsung, tidak lupa Khalifah meminta pelayan menghidangkan minuman dan makanan kecil. Sewaktu Khalifah hendak meneguk segelas minuman, tiba-tiba Ibnu Syamaak bertanya, “Khalifah! Berapa harga segelas air di sini?”

Khalifah menjawab, “Air ini gratis. Sebab ditanggung oleh negara.”

Syekh Ibnu Syamak lanjut bertanya, “Jika Khalifah berada di padang pasir dan kehausan. Berapa harga segelas air?”

Khalifah menjawab, “Tentu sangat mahal. Bisa sampai 5.000 dinar. Bahkan bisa lebih mahal.”

Ibnu Samaak bertanya lagi, “Jika tuan kehausan, lantas di istana tak ada air untuk diminum. Apa yang akan tuan lakukan?”

Khalifah berkata, “Saya perintahkan seluruh pegawai istana dan para pengawal untuk mencari air. Harus dapat, sebab jika tak minum berbahaya!”

Ibnu Samaak bertanya lagi, “Jika seluruh sumur di negeri ini kering dan yang punya air hanya seseorang di seberang lautan dan tuan harus membelinya. Senilai berapa tuan sanggup membeli segelas air?”

Khalifah pun menjawab, “Satu juta dinar atau berapaun harganya akan saya beli. Ini penting!”

Kemudian Syekh Ibnu Samaak berkata, “Silahkan tuan minum, semoga diberkahi Allah.”

“Terima kasih,” jawab Khalifah sembari membasahi kerongkongannya dengan segelas air.

Kemudian Syekh Ibnu Samaak bertanya lagi, “Hai Khalifah! Sekitar 70 persen tubuh manusia berisi air. Jika Khalifah tak bisa buang air kecil atau buang air besar, apa yang akan tuan lakukan?”

Dengan cepat Khalifah menjawab, “Itu penyakit berbahaya dan harus dicarikan dokter ahli untuk mengobatinya.”

Syehk Samaak bertanya, “Jika seluruh dokter istana sudah angkat tangan dan hanya seorang dokter di Afrika yang sanggup mengobatinya, tetapi ia minta bayaran 10 juta dinar. Apa yang akan tuan lakukan?”

Khalifah menjawab, “Saya akan bayar tunai 10 juta dinar, asal saya bisa sembuh!”

Setelah dialog itu, lantas Khalifah Harun Al-Rasyid balik bertanya, “Apa maksud dari pertanyaan tuan guru itu?”

Dengan tenang Syekh Ibnu Samaak menjawab, “Harga segelas air bisa gratis dan bisa juga jutaan dinar. Begitu juga biaya mengobati penyakit jika tubuh kita tak bisa buang air. Tapi sayang…”

Lantas Khalifah menukas, “Tapi kenapa?”

Syekh Samaak menjawab, “Kita sering lupa bersyukur kepada yang punya air dengan mengucapkan basmallah saat hendak minum dan membaca hamdallah setelah mereguk minuman.”

Kemudia Khalifah berdiri dan berkata kepada jemaah pengajian, “Jika ingin hidup selamat, pandai-pandailah bersyukur. Itulah kesimpulan pengajian kita hari ini.”

Di sadur dari: 101 Pintu Surga, Sabaruddin Tain, Penerbit: An-Najah Press, Sukamulya, Rumpin, Bogor

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s