RSS

Mengikuti Jejak Nabi

15 Mar

Suatu malam, Hasan al Bashri bersama dengan dua atau tiga kawan pergi mengunjungi Rabi’ah al ‘Adawiyah. Rabi’ah tidak mempunyai lentera. Mereka menginginkan penerangan. Rabi’ah meniup jarinya, dan malam itu hingga fajar, jarinya bercahaya seperti lentera, dan mereka duduk dalam naungan cahayanya.

Rabi’ah berkata, “Jika seseorang bertanya, ‘Bagaimana bisa hal ini terjadi?’ aku jawab, ‘Seperti tangannya Musa.’ Jika jawabanku dibantah, ‘Tapi Musa itu seorang nabi.’ aku katakan, ‘Siapa saja yang mengikuti jejak Nabi Saw., dapat memperoleh secuil dari kenabian, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Saw., ‘Barangsiapa menolak manfaat sekecil apapun dari hal-hal haram, telah meraih derajat kenabian.’ Beliau Saw. juga berkata, ‘Angan-angan yang realistis adalah seperempat puluh kenabian’.”

Suatu kali, Rabi’ah al ‘Adawiyah mengirimkan tiga hal kepada Hasan al Bashri; sebatang lilin, sebuah jarum, dan sehelai rambut.

“Jadilah seperti lilin,” ujarnya, “terangilah dunia, walau dirimu terbakar karenanya. Jadilah seperti jarum, selalu bekerja telanjang (padahal ialah yang membuat pakaian). Ketika engkau telah melakukan kedua hal ini, seribu tahun akan seperti sehelai rambut bagimu.”

Dari: Anekdot-anekdot Rabi’ah al ‘Adawiyah; majalah Cahaya Sufi: edisi Maret 2006

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2011 in Kisah-kisah Teladan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s