RSS

Arsip Kategori: Kisah-kisah Bismillah

Tiga Nama Penolong

Tatkala mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, berarti menghambakan dan merendahkan diri kepada-Nya. Kita memohon pertolongan dengan nama-Nya, yaitu Allah, ar-Rahman, dan ar-Rahim. Tidak diragukan kata Allah merupakan nama Tuhan yang paling agung.

Imam Ja’far ash-Shadiq berkata, “Karena manusia tidak mampu melakukan suatu perkara tanpa pertolongan-Nya, Dia mengkaruniakan tiga dari nama-Nya.”

“Di antara ketiga nama, yang paling jelas adalah Allah. Karenanya, Allah merupakan nama-Nya yang paling agung. Lalu, mengapa dalam Bismillahirrahmanirrahim disebutkan tiga dari nama Tuhan? Karena manusia terdiri dari tiga kelompok, yaitu:

  • Pertama, manusia yang menginginkan dunia.
  • Kedua, manusia yang menginginkan akhirat.
  • Ketiga, manusia yang menginginkan Tuhan-nya.

Manusia yang menginginkan Tuhan memohon pertolongan dengan nama Allah. Manusia yang menginginkan akhirat, memohon pertolongan dengan nama ar-Rahim karena nama ini rahmat khusus bagi Mukminin. Manusia yang menginginkan dunia, memohon pertolongan dengan nama ar-Rahman karena nama ini rahmat Tuhan bagi seluruh makhluk-Nya.

Oleh karena itu, Tuhan mengkaruniakan kepada manusia tiga nama-Nya untuk memohon pertolongan. Hendaknya saat memohon pertolongan Allah, jadikan tiga nama itu sebagai perantara.”

Dari: Kisah-kisah Bismillah / Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh; penerjemah, Ibnu Alwi Bafaqih; penerbit, Qarina, Jakarta, 2005.

 
Leave a comment

Posted by pada 15 Maret 2011 in Kisah-kisah Bismillah

 

Kaitkata: ,

Pembicaraan Setan Tentang Bismillah

Pada suatu hari, setan gemuk dan setan kurus bertemu. Keduanya saling bertanya keadaan masing-masing. Setan gemuk bertanya kepada setan kurus,
“Mengapa tubuhmu begitu kurus?”

“Aku ditugaskan mengikuti seorang mukmin yang bertakwa. Saat ia duduk di depan hidangan dan siap untuk makan, aku juga duduk bersamanya. Sebelum menyantapnya, ia mengucapkan Bismillah sehingga aku terusir dan kelaparan. Kau lihat tubuhku sangat kurus karenanya. Bagaimana denganmu?”

“Aku ditugaskan mengikuti seorang yang tidak beriman dan sama sekali tidak mengenal Allah. Ia sama sekali tidak pernah menyebut nama Allah. Aku selalu mengikutinya kemanapun ia pergi dan aku juga makan bersamanya. Karena inilah tubuhku tumbuh subur.”

Dari: Kisah-kisah Bismillah / Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh; penerjemah, Ibnu Alwi Bafaqih; penerbit, Qarina, Jakarta, 2005.

 
Leave a comment

Posted by pada 15 Maret 2011 in Kisah-kisah Bismillah

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.